Karna Suswandi, Kadis PUPR Bondowoso, Inspirasi Irigasi Indonesia

0
26

“Dengan pengukur air ini, para juru pengairan dan HIPPA akan nyaman serta bisa bekerja secara efektif yang mampu dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Karena debit air akan mampu menyesuaikan dengan yang dibutuhkan,” ujarnya lagi.

Bung Karna lebih lanjut mengatakan, alat ini juga bisa menentukan efisiensi air yang masuk ke masing-masing HIPPA dan terukur.

“Air sawah bisa tertangani dengan baik dan sesuai dengan takaran yang dibutuhkan petani dengan waktu yang akurat,” katanya.

Selain itu, Bung Karna juga menjelaskan ada inovasi pelaporan melalui SMS terkait ketersediaan dan kebutuhan serta pembagian air untuk petani.

Inovasi inilah juga yang mengantarkan nama Bondowoso di tingkat Nasional. Bahkan, inovasi ini akan diupdate pemerintah pusat untuk dijadikan pelaporan secara Nasional.

“Aplikasi yang kami miliki sudah diminta Kementerian PUPR RI untuk dijadikan pelaporan dan diterapkan secara Nasional,” ujarnya.

Sejak diberlakukannya sistem ini, Karna mengklaim para petani di Bondowoso tidak lagi mengeluh kekurangan air sebab distribusi air bisa dibagikan secara merata dan adil.

“Saat kemarau datang tentu debit air berkurang sehingga bersama HIPPA, dan Gabungan HIPPA harus mengatur dengan baik agar distribusi air merata dan tidak dikeluhkan petani. Inovasi ini menjadi jawaban persoalan petani yang biasa dihadapi saat musim kemarau tiba,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here