Pertahankan Tradisi Kiai Fawaid, Pasangan Karunia Sowan ke Asta Sebelum Mendaftar ke KPU

1
1020
Bung Karna tabur bungan/nyekar di Makam Masyayikh Sukorejo

Situbondo, BN Ungkapan ‘mempertahankan tradisi lama yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik’, benar-benar dijalankan pasangan Karna Suswandi- Khoirani. Buktinya, sebelum mendaftarkan diri sebagai pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati ke KPU Kab. Situbondo, pasangan yang diusung 8 parpol koalisi ini sengaja menjalankan tradisi yang biasa dilakukan Almarhum Almaghfurlah KHR. Ach. Fawaid As’ad.

Salah satunya, dengan meminta sambung doa restu dari para masyayikh murobbi ruh. Karena itu, sehari sebelum mendaftarkan diri ke KPU Kab. Situbondo, pasangan yang dikenal dengan sebutan ‘KARUNIA’ ini sama-sama ziarah ke maqbarah para masyayikh. Apalagi, Bung Karna sebagai Pengurus PCNU Bondowoso dan Khoirani sebagai Wakil Ketua Muslimat NU Situbondo, ziarah makam tentu sudah biasa dilakukan keduanya.

Saat itu, pasangan Bung Karna – Khoirani sengaja melakukan ziarah maqbaroh ke Asta Sukorejo. Hebatnya, upaya pasangan KARUNIA mengikuti tradisi ini diamini pihak keluarga PonPes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo. Sebagian perwakilan keluarga bahkan langsung mendampingi kehadiran Bung Karna dan Nyai Khoironi ke Asta Sukorejo. Di antaranya, Ny. Hj. Djuwairiyah Fawaid, Ny. Hj. Isya’iyah As’ad, KH. Afifuddin Muhajir, KH. Jaiz Badri Masduki, KH. Abd. Hadi Khozin, dan KH. Mubarok.

“Kami tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan akal dan fikiran saja dalam konstestasi pilkada ini. Doa restu dan barokah dari para masyayikh justru yang utama, agar ikhtar dan perjuangan mendapatkan ridho Allah,” kata Bung Karna usai ziarah ke Asta Sukorejo.

Tak hanya ziarah ke maqbaroh para masyaikh saja. Pasangan Karunia ini juga sempat menggelar khatmil qur’an bersama para Tahfidz Rayap Ijtihad Sukorejo. Apalagi, kalau bukan mengharap keberkahan dalam setiap ikhtiar perjuangan yang dilakukan.

Sementara itu, Khoirani selaku Bacawabup mendampingi Karna Suswandi juga sengaja berziarah ke Asta KH. Abdul Rozaq, di komplek makam keluarga PonPes Miftahul Ulum Besuki. Salah satunya, karena mengingat pesan Kiai As’ad, agar siapapun warga Besuki yang bermaksud datang ke Kiai As’ad, hendaknya juga mengunjungi Kiai Rozaq. Kiai Rozaq sendiri selama ini dikenal sebagai sesepuh pesantren di wilayah Besuki.

Ziarah maqbarah itu sengaja dilakukan Khoirani, sesaat sebelum berangkat menuju kantor DPC PPP Situbondo untuk mendaftar ke KPU Kab. Situbondo. Khoirani yang juga Wakil Ketua PC Muslimat NU Situbondo datang berziarah ke makam KH. Abdul Rozaq dengan didampingi keluarga dan suaminya KH. Muhaimin, serta sebagian simpatisan dan pendukungnya. Selama di Asta Kiai Rozaq, Khoironi tampak cukup khusuk memanjatkan doa-doa untuk para almarhumin.(AB)

1 COMMENT

  1. Menurut kyai Hasan Basri LC, almarhum, selama melayani KH. Hamid Pasuruan di Madinah. Kyai Hamid lebih memilih duduk menjauh dari makbarah Rasulullah. Alasannya takok cangkolang.
    Seorang waliyullah sangat menjaga jarak dengan makam Rasulullah. Berbeda dengan saya ketika ditakdirkan berziarah ke Rasulullah bersama-sama sahabat-sahabat satu rombongan. Seorang waliyullah sangat berbeda dengan seorang walisantri. Hahahaha

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here